Adaptasi di Brisbane

Brisbane merupakan kota dengan iklim semi tropis. Pada musim panas, suhu maksimum reratanya sekitar 29 C. Bagi mereka yang berasal dari daerah tropis seperti Indonesia, adaptasi terhadap suhu akan cukup mudah. Namun perubahan suhu kadang cukup ekstrim, Walaupun siang hari terik menyengat, malam hari bisa berubah menjadi dingin. Pada musim dingin, suhu harian minimun reratanya sekitar 10 C. Pagi dan malam hari akan terasa dingin, namun siang hari cukup hangat. yang perlu diperhatikan pada musim panas adalah adanya bahaya kanker kulit karena paparan radiasi ultraviolet yang berlebih. Karena itu biasakan memakai topi dan pelindung SPF 30+.

Selain adaptasi terhadap suhu, diperlukan juga adaptasi terhadap lingkungan. Kadang di tanah air kita sering menyaksikan pemandangan lalu lintas yang semrawut dan kebersihan yang kurang terjaga. Di Brisbane, lalu lintas sangat teratur karena kesadaran pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan yang sudah disepakati. Jika Anda pejalan kaki, biasakan menyeberang di zebra cross. Tunggu hingga lampu lalu lintas memberikan tanda untuk menyeberang (setelah Anda terlebih dahulu menekan tombol menyeberang). Jika Anda melintas di jalur bertanda “Give Away”, Anda dapat menyeberang terlebih dahulu, sementara kendaraan wajib berhenti jika melihat akan ada yang menyeberang. Untuk pengendara mobil atau motor, ketika berada di persimpangan, biasakan mendahulukan kendaraan yang melintas dari arah kanan. Selain itu hindari kecepatan melebihi batas yang ditentukan, karena di beberapa tempat telah diletakkan kamera tersembunyi yang secara otomatis akan memotret nomor kendaraan Anda ketika kendaraan melebihi kecepatan yang ditentukan.

Hal yang juga dianggap penting adalah mengenai kebersihan. Biasakan untuk membuang sampah pada tempatnya. Anda dapat dianggap pribadi yang jorok jika membuang sampah sembarangan. Jika Anda datang pada sebuah tempat yang sudah bersih, misal ketika di taman kota, tinggalkan tempat itu dalam keadaan semula. Tanpa dikotori dengan sampah Anda.

Walaupun generasi mudanya cenderung cuek, ungkapan Thank You, Sorry atau Excuse Me sering terdengar. Ketika Anda selesai membayar belanjaan di toko atau membeli tiket di dalam bus, biasakan untuk mengucapkan Thank You. Juga ketika Anda menghalangi jalan orang lain, entah di dalam toko atau di jalan umum, ataupun ketika menyenggol orang lain tanppa sengaja, biasakan mengucap Sorry. Jika tidak, Anda akan dianggap tidak sopan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s