Surat dari Gatton
Oleh: Yuke Rahayu
Orang-orang Indonesia tentulah sudah akrab dengan Sydney, Melbourne, dan Perth. Ketika disebutkan Gatton, dahi pun berkerut dan mata menyipit, di mana itu? Karena banyak orang belum tahu, tak heran beredar berita-berita yang tidak menggambarkan Gatton sebenarnya. Semboyan ‘tak kenal maka tak sayang’ bisa jadi pas untuk Gatton. Kampung, sepi, fasilitas tidak lengkap, tidak ada hiburan, terbelakang, ‘outback’ dan lain-lain sudah pernah terdengar sebagai gambaran Gatton yang terletak hanya 90km sebelah barat Brisbane.
Mau tinggal di Adelaide, Sydney, Hobart ataupun Gatton adalah pilihan. Tentu keputusan yang berdasarkan hal-hal yang kita ketahui dengan baik (seperti ‘informed decision’ kali ya) menjadikan pilihan kita sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tak dipungkiri selain apa yang ditawarkan oleh universitas, tempat tinggal adalah bagian dari faktor yang diperhatikan.
Mengapa ada kampus UQ di Gatton dan tidak di kota bisa dikatakan karena pertama, asalnya adalah Gatton Agricultural College yang diambil alih UQ menjadi UQ Gatton Campus dan kedua karena di kampus ini hanya ada satu fakultas, Natural Resources, Agriculture and Veterinary Science (NRAVS). Dari nama fakultas ini saja terlihat Schools apa yang berada di kampus Gatton. Tentu saja ‘rural’ area lebih baik daripada ‘urban’ untuk subjek-subjek yang diambil di fakultas ini. Vet science yang sekarang ada di St.Lucia pun di tahun 2008 akan kembali ke Gatton.
Sebagai bagian dari universitas besar, kampus UQ Gatton tentu saja dilengkapi dengan fasilitas yang cukup lengkap. Sama halnya di St.Lucia, perpustakaan Gatton juga menyediakan komputer, sewa laptop, training rooms, study rooms, postgraduate rooms, dan IT supports. Wireless internet connection juga bisa dinikmati di kampus ini. Dijamin deh soal teknologi biarpun di kampung, tidak kalah dengan kota. Broadband pun ada.
Selain perpustakaan, fasilitas lain juga tersedia, seperti student support centre, bookshop, health centre (dokter dan suster), childcare, family room, dining hall, café, asrama, perumahan, kapel, mushola, bank dan kantor pos. Fasilitas olahraga tersedia dari mulai lapangan rugby, football, tennis, squash, basket hingga gym. Pokoknya bisa fit deh. Sayang saja kolam renang kampus ditutup sejak dua tahun lalu, kabarnya akan diperbaiki jika dana sudah ada.
Kampus Gatton sehari-hari memang tidak terlalu ramai, apalagi ketika libur. Lapangan parkir kosong dan orang-orang makin tidak kelihatan beredar. Kampus ini bisa ramai ketika Orientation Day, Open Day, Diversity Day, Fun Run, misalnya. Open Day sudah menjadi Family Fun Day, soalnya selain stan-stan informasi dan makanan, ada trackless train, giant slides, jumping castle, face painting dan es krim yang bisa dinikmati anak-anak (dewasa juga lho) tak terbatas, sampai cape/kenyang dan gratis.
Karena orangnya tidak banyak, kekeluargaan di kampus Gatton sangat terasa baik antara staf dan mahasiswa. Di School ketemu, eh ketika ngantar/jemput anak di childcare atau belanja di Coles, ketemu juga. Istilah ‘small world’ itu memang arti sebenarnya, dunia Gatton kecil. Mahasiswa internasional juga saling mengenal, tidak ada organisasi formal di antara negara-negara. Wadah pertemuan dan aktivitas ada di Gatton International Student Association (GISA). Aktivitas GISA termasuk Barbie, Cultural Nite, jalan-jalan, serta ikut memeriahkan Diversity Week dan Open Day. Pokoknya ajang lihat kebudayaan dan icip-icip makanan multi national.
Sekitar 10 menit dari kampus kita bisa mengunjungi Gatton town. Gatton town itu adalah pusat dari Gatton Shire (Kampus UQ ada di Gatton Shire tapi di luar Gatton town). Kalau Gatton Shire yang luasnya sekitar 1,500km2 berpenduduk 15 ribuan, sekitar 6 ribuan tinggal di Gatton Town. Kalau di Jakarta mungkin satu kecamatan, ya? Gatton shire ini terletak di jantungnya Lockyer Valley. Konon katanya Lockyer Valley ini termasuk salah satu dari lahan pertanian tersubur di dunia! Tomat yang beredar di pasaran Australia banyak diproduksi di sini. Di daerah ini pun kita dengan mudah menemukan tanaman jagung, brokoli, buncis, gandum, bawang, dan banyak lagi, nanti habis satu halaman. Tentu saja harga sayur dan buah di sini lebih murah dibanding di Brisbane, apalagi ketika musimnya.
Gatton town, atau Gatton saja ya, memiliki fasilitas yang lumayan lengkap. Ada sekolah dasar (public dan private), high school, rumah sakit, perpustakaan (bisa pinjam buku, CD, DVD, dan akses internet gratis), supermarket Coles dan IGA, Target, bank, childcare, kolam renang, sport centre dan banyak lagi lah … sampai berbusa nih ngomonginnya. Tempat makan yang akrab di telinga juga ada, seperti McD, KFC, dan Subway. Diskon 10% di McD dan KFC untuk UQ students. Coles dan IGA memang tutup hari minggu. Tapi ada Crazy Clarks dan beberapa convenience stores yang buka 7 hari seminggu. Convenience stores malah buka dari jam 5 pagi sampe 9 malam, setiap hari. Jadi jangan khawatir kalau susu habis hari minggu malam, ada toko yang masih buka.
Sama seperti kampusnya, Gatton ini juga tidak ramai kalau di luar CBD, atau tidak jam mulai/berakhir sekolah. Dalam setahun, Gatton diramaikan dengan perayaan Australian Day, Gatton Show (ini miniaturnya Ekka di Brisbane), Anzac parade, Heritage Festival, Street Sprint, horse race, dan Natal. Farmer market ada tiap Sabtu pertama (Rotary Park) dan kedua (Lake Apex). Lake Apex masuk di salah satu tempat wisata di Lockyer Valley sebagai fauna sanctuary. Ada track keliling danau 1.3km bisa untuk naik sepeda, jalan maupun lari. Ada playground dan barbie. Jangan dibandingkan Roma St. Parkland, yang penting anak-anak senang
Saat ini ada beberapa keluarga mahasiswa dan permanent residents dari Indonesia yang tinggal di Gatton. Kebersamaan ini tergabung dalam organisasi informal Indoga. Komunikasi banyak dilakukan melalui mailing list termasuk yang sudah kembali ke Indonesia dan juga saling kunjung-mengunjungi. Kegiatan termasuk welcome dan farewell party sekaligus jalan-jalan … terakhir kita farewell party menginap satu malam di Gold Coast menyewa 5 two-bedroom units.
Ini ada beberapa kelebihan yang dirasakan oleh teman-teman yang tinggal di Gatton:
• Rasa kekeluargaan terasa sekali. Baik itu di kampus maupun di sosial. Seperti sebuah keluarga besar, warga Indoga kalau mengadakan acara berkumpul semua.
• Tak ada istilah ‘waiting list’ untuk childcare, after school care dan vacation care. Ini sangat bermanfaat untuk mahasiswa yang membawa keluarga. Ada seorang ibu yang sukses memberi ASI ekslusif 6 bulan pada bayinya karena letak childcare kampus hanya berjarak 5 menit jalan kaki dari kantornya serta adanya family room yang tidak banyak penggunanya.
• Tak ada antrian untuk menggunakan komputer di perpustakaan ataupun postgraduate rooms.
• Insentif di daerah rural adalah harga-harga yang lebih murah. Harga sewa rumah, uang P&C anak sekolah, kursus berenang, jatuhnya lebih murah.
• Para pasangan (spouses) bisa mengikuti kursus bahasa Inggris gratis bisa memilih pagi atau malam hari. Juga ada training yang dibiayai oleh pemerintah Queensland yang bisa diikuti hingga kerja praktek yang disesuaikan keahlian.
• Pekerjaan untuk pasangan lebih mudah dan fleksibel. Alternatif bisa pickers (tomat, lettuce, bawang, dsb), packers (jagung, buncis, brokoli, kentang, dsb) dan slaughters (sapi halal di Grantham, 6 km dari Gatton).
• Setiap Sabtu pasti ada garage sale. Tidak jauh dan sering kita mendapatkan barang berkualitas bagus dengan harga yang murah.
Agar seimbang, ini ada juga kekurangan yang dirasakan oleh teman-teman di Gatton:
• Tempat hiburan tidak banyak. Meski banyak parks/playground, dan ‘cinema’, tapi untuk yang masih single tidak banyak pilihan. Untuk keluarga yang memiliki mobil bisa ke Toowoomba, 30 menit dari Gatton, untuk ke mall/bioskop atau gardens.
• Untuk menghadiri seminar/workshop/kuliah di St.Lucia diperlukan tambahan waktu untuk transport pulang-pergi. Memang ada bantuan untuk remote campus berupa penggunaan kendaraan UQ gratis untuk mengikuti seminar/workshop di kampus lain.
• Untuk membeli makanan halal dan bumbu-bumbu Indonesia lainnya (di Coles/IGA ada kecap, saus ABC, gula merah, dll) perlu ke Brisbane atau Toowoomba. Indoga mengorganisasi pembeliaan daging halal di musholla yang mempunyai dua freezer dan satu fridge. Pembelian bumbu di Yuen sekalian pas jalan-jalan ke Brisbane.
• Untuk keluarga memiliki anak, wajib punya mobil, terutama untuk jalan-jalan. Lebih nyaman soal waktu dan biaya. Tapi Alhamdulillah membeli mobil bekas di sini tidak selalu sulit.
Akhirnya, kembali kepada pilihan, apakah itu Brisbane, Ipswich atau Gatton. Semua ada kelebihan dan kekurangannya. Kami di Gatton selalu ‘welcome’ untuk siapa saja yang datang ke sini. Ada beberapa pilihan transport:
• Kendaraan pribadi, sekitar 1 jam.
• Intercampus bus yang berjalan Senin-Jumat empat kali sehari (pp) di semester berjalan dan dua kali di waktu libur. Rute: St.Lucia-Ipswich-Gatton. Tiket bisa dibeli di bookshop, $6. Sekitar 1,5 jam.
• Bus McCafferty/Greyhound, Roma St.-Gatton. Sehari beberapa kali, concession $15, sekitar 1 jam.
• Kereta Q-Rail, dari Brisbane memang hanya sampai Rosewood, dari sana menggunakan bus (dikenal rail-bus) ke Gatton, tiket langsung dibeli sesuai zone, Gatton termasuk zone 13.
Kalau mau menginap, selain motel kampus dan motel di Gatton, warga Indoga siap menampung …
12 Desember 2006
Bagus banget nih tulisan Mba Yuke, membuka wawasan saya tentang Gatton. Jika ada yang bertanya tentang Gatton, akan saya infokan tulisan Mba Yuke ini
bagus mba saya yg tadinya masih bingung mulai paham dikit2 kalo mau adaptasi juga ga perlu lama2 jadinya, hehehe jadi inget pengalaman pertama kali waktu datang disini. Di indonesia kebiasan kita menyebrangi jalan harus lari karena takut di tubruk walaupun itu di zebra cross disini kalo melewati zebra cross sambil lari malah di ketawain
Mbak Yuke, thank alot info terbarunya. Jadi sedih ingat masa lalu dan ingin kembali kesana. Saya dulu di Gatton College (1991) di Horticulture Section, dan tinggal di Riddle Hall tidak jauh dari Perpustakaan. Salam hangat untuk kel besar Indigo di Gatton. Wassalam.